Oleh: sbaskoro | Januari 11, 2008

Berlibur ke Malaysia, everything is OK

Liburan akhir tahun 2007 kami habiskan di Malaysia. Isteri dan anak-anak sudah pulang duluan ke Jakarta mulai tanggal 15 desember, kemudian tanggal 26 Desember janjian untuk bertemu di Kuala Lumpur International Airport (KLIA).

Berita tentang RELA dan perlakuan terhadap orang Indonesia di sana kami kesampingkan dulu. Kami ingin membuktikan apa yang sebenarnya terjadi di sana. Walaupun sebenarnya ada kekhawatiran dengan keluarga yang bepergian sendiri dari Jakarta ke Kuala Lumpur. Sebelumnya saya call isteri untuk memastikan bahwa dia telah siap dengan kondisi terburuk. Kita janjian untuk bertemu di Burger King dekat pintu keluar di KLIA.

Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, kami bertemu di KLIA tanpa hambatan apapun. Mulai dari imigrasi hingga ke custom semuanya lancar, pelayanan sangat memuaskan. Kemudian saya ambil taxi untuk keluarga dari KLIA hingga ke Crowne Plaza Mutiara di Jl. Sultan Ismail, biaya taxi sebesar RM 180 (sekitar Rp 500 ribu). Untuk jarak tempuh sekitar 70 km biaya relatif murah. Perjalanan sekitar 40 menit dari KLIA ke hotel.

Kami tinggal sehari di KL, jalan-jalan sekitar KLCC dan Bukit Bintang. Tidak ada masalah, semuanya lancar. Esok lusanya kami pergi ke Pulau Penang (mereka sebut juga Pinang). Perjalanan dari KL ke Penang cukup lancar, kami menyewa mobil dari Hertz (ada corporate rate) dan dapat Proton Waja. Proton Waja cukup lumayan, pakai transmisi automatik (nggak ada tombol overdrive on/off, atau saya nggak bisa menemukannya?) dan pedal gas agak reponsif.

Yang agak bingung waktu mau keluar dari KL menuju ke highway/tol (mereka sebut juga lebuh raya). Saya minta isteri untuk menjadi navigator. Untuk keluar KL menuju ke Penang, saya cari tulisan IPOH. Ipoh adalah Ibu Kota negara bagian Perak, yang terletak antara Selangor dan Penang (atau Kedah). Jarak antara KL dan Pulau Penang sekitar 350 km, dan kami tempuh dalam waktu sekitar 4-5 jam.

Jalan tol yang membelah Malaysia di Semenanjung Malaka ini sangat bagus. Total panjang jalan tol (North-South Expressway) ini sebenarnya 772 km (sampai dengan perbatasan Thailand), dan setiap 25-30 km ada tempat istirahat. Ada dua macam tempat pemberhentian, yang agak kecil disebut “hentian sebelah” dan yang lebih besar disebut “Kawasan Rehat”. Kawasan rehat terdapat fasilitas restaurant yang lebih besar dan pompa bensin. Saya perhatikan bahwa orang Malaysia sangat santai dalam mengendarai mobil. Dengan kecepatan 110-120 km, saya bisa mendahului banyak mobil. Batas kecepatan (mereka menyebutnya ‘had laju’) di tol Malaysia adalah 110km/jam.

Ada beberapa ruas jalan yangs sedang di perbaiki, di situ terpasang rambu ‘pekerjaan naik taraf’ …. hmm mungkin maksudnya adalah perbaikan. Di Malaysia, sepeda motor boleh lewat jalan tol. Ada rambu khusus untuk sepeda motor dengan tulisan ‘motorsikal’. Di salah satu Kawasan rehat ada McDonald, dan di situ ada ‘drive thru’ dengan rambu ‘pandu lalu’. Yah lumayan belajar Malay sedikit-dikit.

Di jalan sepanjang 350 km itu, kami hanya melewati dua kali pintu tol (Plaza Tol), masing-masing sekitar RM26. Di pintu tol ini ada beberapa sistem pembayaran, mulai dari SmartTAG (Smart = Sistem membayar automatik rangkaian tol), Touch’n Go (TnG) hingga tunai. Ini berbeda dengan di Indonesia yang hanya memakai sistem pembayaran tunai (di Houston mereka sebut full service, karena ada penjaganya). Sistem TnG katanya lebih cepat dua kali dari sistem tunai. Pengemudi hanya cukup menempelkan kartu TnG di sensor dekat pintu. Dan SmartTAG adalah sistem on board, ini sama dengan Electronic Road Pricing (ERP) seperti di Singapura. SmartTAG memiliki efisiensi sekitar tiga kali lipat dari sistem tunai. Kapan Indonesia akan memakai sistem ini semua untuk mengurangi kemacetan di pintu tol?

Setelah sampai di pintu jembatan ke pulau Penang, kami harus membayar RM 7. Jembatan ini cukup panjang, sekitar 13.5 km jauhnya. Pintu pembayaran hanya dari arah Penang daratan. Dari Pulau Penang tidak perlu membayar, tapi bisa juga memakai ferry dari pelabuhan George Town.

Di Pulau Penang kami menginap di sebuah apartemen di dekat Tanjung Bungah, letaknya sebelum Batu Feringgi dari arah George Town. Di Pulau Penang terasa banyak pengaruh kebudayaan China dan India, tapi China lebih dominan. Dan karena pekerjaan masih harus dimonitor berhubungan dengan tutup tahun, maka saya sering ke Starbuck di Island Plaza untuk bisa akses ke internet.

Di Pulau Penang banyak nama yang dituliskan dengan nama yang berbeda. Ini yang kadang membingungkan, penyebutan suatu tempat kadang tidak konsisten. Seperti Penang kadang ditulisnya Pinang, Tanjung Bungah ditulis Tanjung Bunga, di peta disebutkan Penang Hill, tapi dirambu jalan lebih banyak ditulis Bukit Bendera, Air Hitam kadang ditulis Ayer Hitam.

Secara keseluruhan, infra struktur di Malaysia sangat bagus. Namun untuk keindahan alam, Indonesia jauh lebih mempesona. Jadi kalau kita ingin lebih banyak menyedot wisatawan asing, perlu perbaikan infra struktur yang ada dan ditingkatkan promosinya. Dari interaksi dengan orang Malaysia, mereka kelihatan lebih komunikatif. Karena begitu ada kesalah-pahaman pakai bahasa Indonesia atau Malay, maka bisa switch ke bahasa Inggris. Untuk keramah-tamahan, sebenarnya orang Indonesia lebih ramah. Namun pada umumnya orang Malaysia yang saya temui tidak agresif.

Lalu apa yang sebenarnya yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia? Sudahkah kita temukan akar permasalahannya, sehingga bisa menghilangkan rasa saling curiga. Semoga kunjungan SBY ke Malaysia bisa menyelesaikan masalah ini. Sehingga sebagai bangsa yang serumpun kita bisa saling membantu untuk maju bersama.

About these ads

Responses

  1. Hi,
    Tanggal 1 nanti Saya & teman2 ada rencana mau ke Penang, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan, tolong dijawab ya Pak/Bu :
    1. Berapa Km/Jam jarak antara Sweetnham ke Pelabuhan eore Town ?
    2. Jika Kami naik Taxi/Bus, berapa kira2 biaya yang harus kami siapkan ?
    3. Apa nama hotel yang terdekat daro Air Port Penang.

    Atas tanggapannya saya ucapkan terima kasih. saya tunggu jawabannya yah.

  2. Wiwid,
    Saya coba bantu ya …
    1. Maksudnya dari Port Sweetenham ke George Town? Jaraknya hampir sama, kira-kira 350 km
    2. Coba check di sini http://www.my-island-penang.com/Penang-Buses-Schedules.html
    3. Hotel dekat air port Penang bisa di check di

    http://www.penang-hotels.com/airport.htm

    Selamat berlibur ke Penang ….

  3. salam kenal, kalau tidak keberatan apakah saya bisa di bantu informasi ttg malaysia, rencana mau liburan dgn keluarga tanpa travel, dari bandara ke hotel dalam kota berapa haga taxi nya dan hotel apa yg relatif murah di tengah kota, kalay dari KL ke genting, berapa jam perjalanan dan di temput dengan traaportasi apa, salam

  4. Hi thsi is kolam for festivals.
    Indian festivals cultures…

  5. hello!,I love your writing very so much! share we keep
    in touch extra approximately your article on AOL? I require an expert in this house to resolve my problem.
    Maybe that’s you! Having a look ahead to see you.

  6. […] Selanjutnya bisa dibaca di http://sbaskoro.wordpress.com/2008/01/11/berlibur-ke-malaysia-everything-is-ok/ […]


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: