Oleh: sbaskoro | Februari 10, 2008

Pengalaman bekerja di Nigeria (2)

Orang-orang banyak yang heran karena saya mau menerima penawaran untuk kembali ke Nigeria. Saya bilang bahwa pada tahun 1992-1995, Nigeria tidak terlalu buruk bagi saya. Hanya pada saat evakuasi pada tahun 1994, ketika terjadi huru-hara yang meluas setelah kemenangan Moshood Abiola di batalkan oleh militer. Dan Sani Abacha menjadi presiden Nigeria pada saat itu.

Namun di tahun 2002 keadaan Port Harcourt jauh lebih semrawut. Ini disebabkan banyaknya kegiatan di Warri yang dipindahkan ke Port Harcourt. Warri menjadi kota dengan akses terbatas karena kota ini berdekatan dengan daerah rawa Niger Delta yang merupakan markas Movement for the Emancipation of the Niger Delta (MEND). Kelompok ini menuntut agar pemerintah Federal Nigeria memberikan kompensasi yang layak untuk rakyat di daerah tersebut karena mereka merasa hanya dieksploiatasi saja dan tidak ada pembangunan yang nyata disana.

Daerah tersebut merupakan daerah yang kaya minyak. MEND sering melakukan sabotase produksi minyak, yang kadang bisa membuat produksi minyak menurun sekitar 250 ribu bopd.

Dengan posisi saya sebagai manager di data processing dan interpretation, saya bisa melihat industri minyak di Nigeria lebih luas. Ketika saya sebagai field engineer, hubungan terbatas dengan klien tertentu.

Saya lihat bahwa kegiatan industri minyak di Nigeria saat ini banyak dikonsentrasikan ke laut dalam karena dengan alasan keamanan. Di darat, rawa dan laut dangkal sering terjadi gangguan keamanan.

Nigeria adalah negara yang sangat beruntung dengan memiliki Niger Delta. Kandungan minyak terdapat mulai dari daratan, rawa, laut dangkal dan laut dalam. Shell SPDC dan AGIP NAOC banyak memiliki lapangan minyak di darat, rawa dan laut dangkal. Chevron, Shell SNEPCO dan ExxonMobil banyak memiliki lapangan minyak di laut dangkal dan laut dalam.

Eksplorasi laut dalam di Nigeria sangat aktif. Bisa disebutkan di sini misalnya : Chevron dengan Agbami field dan Aparo field, Shell SNEPCO dengan Bonga field (memiliki struktur yang sama dengan Aparo field), Bolia field, Bobo field dan Etan field, ExxonMobil dengan Erha field dan Uge field, Total dengan Akpo field dan Usan field, Agip NAE dengan Abo field, Petrobras dengan Erinmi field dan yang terdalam adalah pada saat Devon mengebor Opukiri 1X dengan kedalaman laut 2766 m.

Pada saat kami di Nigeria, sempat melakukan kumpul-kumpul dengan teman-teman Indonesia yang lain. Selain dari Schlumberger ada 5 keluarga, ada keluarga lain dari Indomie, Shell, Total dan karyawan di Franks, Weatherford dan Willbross. Pertemuan sering kami lakukan, bahkan sempat ambil bagian pada saat pemilu tahun 2004. Dan menyumbang untuk beberapa bencana yang terjadi di Indonesia.

Makanan Nigeria favorit kami adalah suya dan pepper soup (terutama goat pepper soup atau kambing sop pedas). Makanan utama orang Nigeria adalah eba atau gari yaitu ketela pohon yang dibuat seperti ketan, atau lemet yang tanpa rasa. Kemudian dimakan dengan egusi sop yang kental berminyak. Mereka juga suka makan talas yang mereka sebut yam. Seperti gari, yam dilumatkan seperti ‘mesh potato’. Dan minuman khas yang tidak beralkohol saya suka adalah ‘chapman’, ini semacam cocktail campuran dari beberapa minuman diberi jeruk dan ketimun. Minuman tradisional yang beralkohol mereka sebut kai-kai, ini sama dengan tuak di Indonesia.

“No wahala” adalah kalimat yang popular di sana, yang artinya no problem atau tidak ada masalah. Ini hampir sama dengan kalimat “hakuna matata” dari bahasa Swahili yang berarti “tidak ada masalah disini” atau disingkat “no problem”.

Di  Port Harcourt kami tinggal di dalam camp. Banyaknya fasilitas membuat kami menikmati kehidupan di camp, seperti kolam renang, lapangan tennis, lapangan squash, gym, dan club house. Beberapa bulan sebelum kami pindah ke Kazakhstan, kondisi di Nigeria semakin memburuk pada akhir 2006. Bahkan anak-anak pergi sekolah harus dikawal oleh security.

Keadaan politik dan situasi keamanan yang tidak menentu sangat mempengaruhi produksi minyak di Nigeria. Yang paling rawan adalah di daerah dekat rawa-rawa yang menjadi markas MEND. Bahkan sering terjadi penculikan yang pada akhirnya mereka meminta uang tebusan.

Situasi keamanan yang buruk di Port Harcourt mendorong beberapa perusahaan (termasuk Schlumberger) untuk melakukan evakuasi. Terutama pada saat beberapa karyawan Schlumberger diculik, namun syukurlah akhirnya mereka dibebaskan setelah 22 hari disekap oleh para penculik.

Sekarang kebayakan para pekerja asing ditempatkan di Lagos, dan hanya orang yang benar-benar diperlukan ditempatkan di Port Harcourt. Port Harcourt masih merupakan pusat kegiatan industri minyak di Lagos.

Lapangan terbang di Port Harcourt yang sedang dipugar dan katanya akan selesai dalam 4 bulan sampai kini setelah setahun lebih masih juga belum bisa dipergunakan. Untuk sementara lapangan terbang di Oweri yang dipergunakan, dan untuk alasan keselamatan Schlumberger mempergunakan pesawat terbang charter dan menggunakan fasilitas markas angkatan udara yang berada di dalam kota Port Harcourt.

Keadaan yang ada di Nigeria, seakan-akan membenarkan adanya “the curse of oil“. Negara yang kaya akan minyak ini seakan-akan tidak menikmati apa yang dihasilkan oleh bumi mereka. Kota Lagos yang memiliki daratan dan beberapa pulau, bisa mewakili kesemrawutan yang ada di negara ini. Kemacetan ada dimana-mana, dan jika malam gelap gulita. Sebenarnya kota ini memiliki jembatan yang membuat saya kagum ketika pertama kali datang ke Nigeria tahun 1992. The Third Mainland Bridge diresmikan oleh presiden Babangida pada tahun 1990. Jembatan ini menghubungkan antara daratan Ikeja dan Victoria Island, dengan panjang sekitar 11.8 km.

Daerah yang tidak mengandalkan minyak seperti Cross River State dengan ibukota Calabar, memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Itu menurut anak buah yang berasal dari daerah tersebut. Daerah ini mengandalkan pemasukan dari pariwisata seperti TINAPA dan Obudu Cattle Ranch.

Semoga Indonesia belajar dari apa yang terjadi di Nigeria, dan tidak terjebak oleh “the curse of oil”.


Tanggapan

  1. salam kenal Pak..
    saya anto bekerja di dubai..
    kebetulan ada tawaran dari mantan bos, untuk pindah ke nigeria, prodeco di daerah freezone onni, dengan paket yang sangat menarik.
    saat ini apakah situasi cukup aman bagi kita orang indonesia disana?
    bagaimana biaya hidup disana? makanan indoensia? masyarakat indonesia, masjid, dsb.
    sebelumnya terima kasih banyak.

  2. @anto,
    Salam kenal juga ..
    Kalau daerah freezone yang Anto maksud mungkin di Onne port. Mengenai keamanan, apabila tidak bawa keluarga ‘it is managable’. Yang penting harus selalu low profile dan pergunakan common sense kalau bepergian. Jangan memakai barang mahal, seperti handphone atau PDA, jam mahal. Hindari bepergian sendiri di malam hari.
    Daerah Onne dulu beberapa kali di blok oleh vilager untuk minta kompensasi.
    Biaya hidup agak tinggi kalau mau beli barang import, tapi di sana ada Indomie :-) . Dulu ada banyak orang Indonesia di Franks (casing company), Weatherford (completion company), dan beberapa di Total dan Schlumberger.
    Untuk mesjid dulu saya pernah coba yang ke dekat Eleme junction. Di sini kotbah pakai 3 bahasa yaitu Hausa, Arab dan Inggris. Dan ada juga yang di dalam Air Force base.
    Port Harcourt kebanyakan orangnya beragama Kristen dan Katolik. Hampir di setiap kampung mereka punya gereja sendiri.
    Kalau airport di Port Harcourt sudah jadi no problem, tapi kalau belum berarti another 1-2 hour to Owerri air port di utara Port Harcourt.
    Semoga membantu.

  3. O ya betul pak..daerah Onne port.
    Saya sekarang masih mikir-mikir, diambil ngga ya..mengingat situasi keamanan disana.
    Saya sendiri belum punya anak, jadi kesana hanya dengan istri. Bos saya orang Kanada, dia sudah disana dengan keluarganya (istri dan 2 orang anak). Dia bilang sih di camp sendiri aman, tapi di luar kurang aman.

    kalau orang nigeria-nya sendiri wellcome tidak dengan orang indonesia?

    thanks informasinya yang sangat berharga.

    Anto

  4. Pak mengenai kondisi terakhir disana bagaimana ya ?apakah msh spt itu atau tidak ? khususnya untuk di kota Portakot, oh iya bagaimana biaya hidup di kota itu ?

    saat ini sy msh di jkt n kebetulan saya br dapat tawaran untuk ke Portakot, Nigeria. Mohon infonya pak

    thx

  5. harriansyah,
    pada dasarnya Port Harcourt lebih tidak aman daripada Lagos. Awal bulan ini baru terjadi penculikan terhadap 2 orang Perancis di Onne, pinggiran kota Port Harcourt.
    Kalau memang akan pergi ke sana, usahakan agar selalu waspada dan keep low profile.
    Untuk referensi informasi coba check di sini : http://www.oyibosonline.com/

  6. Trims infonya pak, sy jg baca berita di antara bulan ini ada terjadi penculikan.

    Jadi deg2an ni. Thx linknya pak

  7. Masih di Nigeria, Pak? saya ada offering utk bekerja di sana & akan ditempatkan di Port Harcourt. Ada YM pak? so bisa ngobrol lebih jauh ttg Nigeria. YM ID saya:maverick_reloaded. Monggo di-add :)

    Thx a lot

  8. Satrio,
    saya sudah meninggalkan Nigeria 2 tahun yang lalu. Untuk mengikuti situasi di Nigeria coba check di website http://www.oyibosonline.com/
    Yang saya dengar para pemberontak MEND telah mendeklarasikan ‘perang minyak’ terhadap pemerintah Nigeria.
    YM saya subaskoro, kalau masih perlu informasi lain.

  9. pak kalau di delta state bagaimana? saya mau pindah sekeluarga apa aman? biaya hidup apa mahal?mengenai makanan apa cocok untuk lidah orang indonesia?

  10. isrichawari,
    Delta State setahu saya sebenarnya merupakan daerah yang paling rawan, terutama disekitar Warri. Maka dari itu banyak kegiatan business pindah dari Warri ke Port Harcourt.

    Dan sekarang Port Harcourt pun menjadi relatif tidak aman. Jika anda akan bekerja di sana, sebaiknya datang sendiri dahulu untuk melakukan penjajagan awal sebelum membawa keluarga.

    Mengenai makanan, saya pernah mencoba eba atau gari (dari ketela pohon, semacam lemet), yam (dari ubi talas), bekicot sungai, pepper soup dan suya (semacam sate tapi dagingnya tipis dan pedas). Beras lokal yang biasanya berasal dari Ijaw, tidak terlalu enak. Biasanya dulu kita beli beras import. IndoMie sangat terkenal di Nigeria, ada 2 pabrik di sana.

    Mengenai harga, relatif mahal. Teruatama untuk barang-barang import.

  11. halo pak sbaskoro,

    saya ingin nanya sedikit diluar jalur ini pak.. kalau kerja sampai keluar negri itu gimana caranya yah pak? saya jg bekerja dioil services disalah satu perusahaan disini (indonesia).. memang belum sampai satu tahun tapi saya punya target juga untuk bisa kerja worldwide..

    dishare dong pak gimana jalur2nya, ^_^

    thx

  12. Fathan,
    sebenarnya nggak terlalu susah:
    1. pilih perusahaan yang memiliki usaha di luar negeri atau multinational company
    2. memiliki experience yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut
    3. good communication skill dan open minded
    4. energetic and outspoken/extroverted
    5. like the challenges and take more responsibility

    kalau sekedar mau kerja point 1-2 cukup, kalau mau career 3-4-5 akan memnbantu.

  13. ohh jadi memang lebih gampang melalui perusahaan multinational yah.. dan mereka memiliki jalan buat yang mao go internasional… begitu bukan pak maksudnya?

    wah kebetulan saya diperusahaan nasional tuh pak, cm kerja sambil cari2 jg si yg multinational hehe..

    apa ada lowongan pak buat anak baru? hihi

    thx ya pak sbaskoro

  14. Fathan,
    opportunity tentunya masih ada selama memiliki experience yang mereka butuhkan.
    Kalau boleh tahu di service company mana dan di bidang apa?
    Salam ..

  15. di elnusa drilling services.. saya DE buatu proyek2 IPM pak cuma tahun depan saya mao ditarik jadi MWD…

    ngga pak baskoro, saya cuma bercanda.. skrg belum punya modal apa2, nanti aja dan skrg masi belajar2 dulu

  16. Salam kenal Pak Baskoro,

    Apa benar di Port Harcourt sekarang ini sangat2 tidak aman buat para pekerja oil pak, karena saya kemungkinan akan kesana bulan depan.

    Masih ragu2 karena pertimbangan keamanan dan berita2 yg saya baca di oyibos.com. Mungkin bapak punya informasi yg lebih update lagi.

    Mohon pencerahannya.

  17. salam kenal pak baskoro

    saya anak baru kemaren sore (fresgraduate)
    s1 teknik mesin
    kebetulan saya ada panggilan untuk kerja di Technip Offshore Ltd (nigeria) dan dari pihak company meminta saya untuk mengurus DPR (DEPARTMENT OF PETROLEUM RESOURCES ) sertificate yang biayanya sekitar $300.00(USD). peryanyaan saya adalah apa benar apabila kita ingin bekerja di nigeria memerlukan DPR sertificate? apa bila bener,siapa yg harus mengurus??? informasi dari bapak saya lulusan chevron,seharusnya yg mengurus itu pihak company yg mendatangkan pekerja asing? saya takut ini semacam sindikat penipuan. mohon penjelasannya pak (icuk_as@yahoo.com)

  18. shyguy,
    seperti apa yang saya sebutkan sebelumnya, bahwa masih ada beberpa teman saya yang bekerja disana. Namun dengan pengamanan yang ketat.
    Saya pikir kalau mau kesana, hanya perlu ekstra hati-hati.

    Hadi,
    sewaktu saya di Nigeria, semuanya sudah diurus oleh perusahaan. Kalau mereka membutuhkan engineer seharusnya mereka yang membayar. Dan pada umumnya untuk ke Nigeria kita pakai business visa dulu, dan baru mengurus working permit ketika sudah sampai di sana. Mungkin Hadi perlu telusuri lebih jauh perusahaan ini sebelum berangkat ke Nigeria.

  19. Halo Pak Baskoro,

    Pa kabar nih Pak ?

    Saya skrg sudah di PH , dah 5 minggu.
    Saya cuma mau kasih update kondisi disini skrg yg mungkin dapat berguna buat rekan2 yang akan kesini nantinya.

    Skrg sudah lebih aman dibanding sbelum2nya, karena smua Company memberikan pengawalan extra ketat kepada smua expat2nya, jadi hampir 90% aman, yg lagi berkembang justru penculikan orang2 lokal katanya si karena mreka ini tidak dijaga ketat sama tentara, jadi lebih mudah nyuliknya, kalau yg dijaga ketat agak mustahil menculiknya karena pengawalan yg berlapis2. Tapi selama 5 minggu disini pun saya juga belum mendengar adanya org lokal yg diculik di skitar kantor ataupun camp.

    Overall situasi disini skrg lebih kondusif dan aman, asalkan kita nya ikut security policy yang diberikan oleh kantor kita bekerja…

    Salam,
    Shyguy

  20. halo pak Baskoro

    saya br saja lulus (freshgraduate), S1 Arsitektur. ingin menanyakan apakah memungkinkan untuk kerja pada bidang minyak? kira2 posisi apa yang bs saya ajukan waktu memberikan lamaran. ingin mencoba bidang selain arsitektur. terima kasih pak Baskoro.

  21. dear all,
    saya lg kerja di qatar, kontraktor oil n gas dan dapat tawaran di saipem, port hartcourt. Skrg lagi mikir2 mo diambil apa nggak ya? Utk Mr. Shyguy, boleh minta alamat email or skype?


Beri tanggapan

Your response:

Kategori