Oleh: sbaskoro | November 18, 2007

Masya Allah Kebakaran Lagi di Jakarta

Baru dua hari yang lalu saya posting ttg kebakaran lagi di Jakarta. Dan hingga hari ini (18/11/07) telah terjadi tiga kebakaran lagi yaitu di Batu Tulis, Pasar Patra Kebun Jeruk dan Pasar Duri Kosambi Baru – Cengkareng. Semuanya disebutkan bahwa biang keladinya adalah hubungan arus pendek listrik.

Diperkirakan 80% kebakaran di Jakarta disebabkan oleh listrik. Sebenarnya telah ditengarai bahwa  instalasi listrik dari pelanggan PT PLN yang ada saat ini diragukan keamanannya. Oleh karena itu beberapa tahun yang lalu pemerintah memutuskan memeriksa semua instalasi listrik pelanggan PLN untuk menjamin seluruh peralatan sesuai dengan standar. Apakah hal itu berjalan sebagaimana mestinya? Yang menjadi korban kebakaran karena kecelakaan listrik kebanyakan adalah masyarakat bawah.

Sebenarnya untuk pemeriksaan instalasi listrik waktu itu tidak gratis, tetapi dikenai biaya antara Rp 40.000 dan Rp 80.000 sesuai dengan kelompok daya listrik. Ini untuk daya litsrik di atas 450VA. Apakah ini kebijaksanaan yang tepat untuk mengatasi kecelakaan karena listrik? Yang jelas hingga kini masih banyak kebakaran yang disebabkan oleh listrik.

Saya pernah membeli sebuah ekstensi kabel dari sebuah hypermarket terkemuka. Setelah sampai di rumah saya coba untuk peralatan listrik dengan beban masih di bawah yang tertulis dikotak ekstensi kabel, tapi kabel sudah terasa panas. Saya bongkarlah kotak itu, setelah saya lihat kabelnya memiliki jumlah serabut yang sedikit, dan solderan di dalamnya seperti dikerjakan oleh orang yang baru belajar menyolder. Jadi bisa dibayangkan apabila peralatan seperti ini terjual secara umum, memang harga murah tapi pada akhirnya membawa bencana.

Sudah selayaknya apabila ada kontrol dari pihak yang berwenang untuk menjaga mutu dari peralatan untuk menjaga keselamatan konsumen. Nah, janganlah membeli barang yang hanya asal murah, terlebih yang berhubungan dengan keselamatan anda.

Baca posting lainnya yang berkaitanan:

1. Pengalaman kebakaran

2. Api,api, api …

3. Kebakaran lagi …

4. Lagi-lagi kebakaran

5. Pencegahan dan penanggulangan kebakaran, serta penyelamatan diri

6. Kebakaran di Polonia : Kebodohan dan Kelalaian


Responses

  1. Seingat saya kalau di sini setiap peralatan listrik harus ada sticker UL dulu baru bisa dijual di toko. Soalnya dulu pernah kerja di perusahaan dan productnya harus dikirim untuk mendapat sertifikasi UL dan bidang managemen ngomel-ngomel karena biayanya mahal sekali. Waktu baca tulisan ini, saya coba tanya Gus Goog, dan dapat link UL misalnya yang bicarakan keamanan listrik di Jepang di http://data.ul.com/denan/ . Entah sudah ada atau belum padanan badan yang mengatur ini seperti badan yang mengecek timbangan di toko waktu zaman saya masih kecil dulu. Kalau ada badan itu, barangkali, keselamatan konsumen terutama dari masyarakat bawah bisa ditingkatkan. Tapi entah ini dalam urutan keberapa dalam ‘wish list’ masyarakat ya?

  2. Untuk sertifikasi mutu memang mahal. Setahu saya di Indonesia ada SNI – Standar Nasional Indonesia. Dulu semua peralatan listrik perlu ada logo SNI, apakah barang import juga perlu ada logo ini atau UL saya kurang tahu.

    Mungkin Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) akan lebih paham masalah ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: