Oleh: sbaskoro | November 20, 2007

Ketahanan pangan atau energi?

Hari ini saya tertegun sejenak membaca tulisan Sukardi Rinakit di Kompas berjudul Jalan Buntu. Pada paragraf terakhir tertulis…. Sekarang ini, sejujurnya, saya tidak bisa menjawab jika ada yang bertanya mengapa Indonesia sebagai negara agraris, tetapi impor beras 3,7 juta ton, gula 1,6 juta ton, kedelai 1,8 juta ton, jagung 1,2 juta ton, garam 1,5 juta ton, dan lain-lain. Fenomena ini mempertegas kesan kebijakan kita tidak fokus. Bahkan, ketahanan pangan pun mungkin lemah…

Posting yang lalu tentang energi, saya menyinggung sedikit tentang biofuel. Disitu juga saya tulis harus hati-hati dampak terhadap lingkungan. Dan beberapa hari ini saya coba search di website, kelihatannya biofuel banyak diminati masyarakat. Memang kelihatannya relatif sederhana proses untuk menghasilkan biofuel. Sejauh manakah regulasi tentang biofuel sudah dibuat?

Emil Salim pun mengatakan bahwa kebijaksanaan biofuel seharusnya merupakan pilihan terakhir setelah semua energi alternative yang ada di Indonesia diterapkan. Jika tidak, orang hanya sekedar melihat nilai ekonomisnya saja, dan melupakan bahwa lahan untuk tanaman pangan semakin sempit.

Bisa-bisa orang Indonesia akan mengalami seperti pepatah bilang ‘bagai tikus mati di lumbung padi’. Jangan-jangan semua uang yang kita hasilkan nanti hanya untuk membeli bahan pangan dari luar Indonesia. Jadi mana yang harus didahulukan, ketahanan pangan atau energi (biofuel)?


Responses

  1. paradoks negara agraris…

  2. Begitulah, arah prioritas pembangunan menjadi tidak jelas.

  3. seperti kata HS Dillon dalam acara Perspektif Wimar beberapa bulan lalu sebelum acara tersebut dihapus oleh ANTV. Memang dilematis jika kita berbicara energi dan pangan. Dua kebutuhan dasar yang bisa memicu Perang…
    Kalo boleh memilih, Zaman Pak Harto dulu sepertinya lebih baik. Semua ada prioritas dan Arah yang jelas, terlepas dari segala kontroversi yang menyertai….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: