Oleh: sbaskoro | November 23, 2007

Memilih pekerjaan

Dari kata memilih, tentu saja ada prakondisi yang perlu dipenuhi:

1. Ada beberapa lowongan yang tersedia. Kalau hanya satu ya nggak perlu memilih. Lha wong hanya diterima di satu pekerjaan kok neko-neko … sorry just joking!

2. Punya keyakinan untuk bersaing, sehingga bisa melakukan pilihan terhadap lowongan pekerjaan yang ada

3. Harus mawas diri alias tahu diri. Ini yang kadang sulit, maunya gaji besar tapi kemampuan nggak ada … Jadi kita melakukan pilihan kerja yang sesuai dengan keahlian kita.

Ada beberapa orang yang punya pendapat kalau mau cari uang ya dapatnya uang saja, kalau mau cari ilmu dapatnya uang dan ilmu, dan kalau mencari Allah akan dapat semuanya. Menurut saya ya tergantung usaha orang masing-masing. Mau rajin sholat atau doa, tapi nggak ada niatan untuk berusaha ya nggak akan dapat apa-apa. Itu namanya orang yang terjebak dalam kepasrahan, fatalisme, dan tidak ada usaha untuk mengubah jalan hidupnya.

Pada saat kita mencari kerja, parameter apa yang kita jadikan patokan untuk memilih pekerjaan? Untuk yang fresh graduate saya sarankan sebagai berikut: gaji (salary), jenjang karir dan gaya hidup (life style).

Gaji sebagai pilihan pertama, mengapa? Ketika kita lulus, tentunya kita ingin punya pendapatan yang banyak . Pada saat itu biasanya kita masih bujangan, jadi belum ada tanggungan keluarga. Sehingga akan lebih fleksible dan bisa mobile kemana saja. Dengan demikian kita bisa segera mewujudkan keinginan kita, mulai dari membantu orang tua hingga membeli rumah dll. Maka, kalau kita mampu bersaing carilah pekerjaan yang offer salary terbaik. Kalau anda merasa bahwa berat untuk bersaing, carilah perusahaan yang bisa menampung kerja dahulu. Yang penting ada pengalaman kerja.

Kedua adalah jenjang karir. Pada saat kita sudah masuk dalam suatu perusahaan, segeralah buka mata kita lebar-lebar. Apakah corporate culture perusahaan ini sesuai dengan yang saya inginkan? Apakah pola kerja dan irama pekerjaan sesuai dengan gaya hidup saya? What is the next step I can get? Apakah perusahaan ini akan memberikan karir yang sesuai dengan keinginan kita? Apakah dengan skill yang saya miliki akan mampu bersaing dengan yang lain? Bagi mereka yang bekerja di field dan ingin kerja di office, apakah perusahaan ini memberikan kesempatan itu? Tentu ini harus melihat lagi ke performance kita masing-masing. Apakah saya layak mendapatkannya berdasarkan apa yang telah saya berikan kepada perusahaan ini?

Kalau pertanyaan itu ternyata jawabannya tidak sesuai dengan yang diinginkan, ya siap-siap aja untuk pindah ke perusahaan lain. Namun keluarlah dengan baik-baik dan jangan lupa untuk meminta surat referensi, karena ini akan membantu mencari pekerjaan berikutnya.

Gaya hidup atau Life style adalah pilihan terakhir. Saya lihat banyak yang mengeluhkan seringnya pergi ke field atau offshore, jauh dari keluarga dsb. Ini semua berhubungan dengan gaya hidup, lihat paragraf di atas tentang jenjang karir. Kalau dari awal sudah mempersiapkan strategi yang baik, insya Allah pada saat anda sudah berkeluarga atau bahkan sebelumnya, posisi anda sudah di tempat yang baik. Dan anda memiliki banyak waktu luang untuk keluarga. Tapi itu semua tergantung bagaimana anda mengatur waktu, semakin tinggi posisi maka semakin banyak tanggung jawab. Jadi time management adalah penting.

Nah pada akhirnya kita akan bisa mendapatkan semuanya. Dan memang manusia tidak akan pernah puas, maka dari itu kita harus selalu introspeksi. Di atas kita, masih ada yang lebih tinggi; tapi banyak juga yang masih di bawah kita. Dan jangan lupa bersyukur kepada Allah, karena tanpa karunianya kita tidak akan diberikan kesehatan dan kesuksesan yang kita dapatkan.


Responses

  1. bagaimana ketika kita dihadapkan pada dua pilihan diterima di dua perusahaan, dimana keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing..bagaimana trik untuk memilihnya??

  2. Andhika,
    Pertama-tama tentunya kita harus bersyukur ketika mendapat kesempatan untuk memilih pekerjaan, karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini.

    Kemudian untuk membandingkannya, kembali kepada kita dan profile perusahaan. Kembali kepada kita maksudnya adalah apa yang kita cari dalam pekerjaan ini. Hanya uang, karier atau job security.

    Setelah itu kita bandingkan dengan profile perusahaan, mana yang bisa mengakomodasi keinginan kita tersebut. Tentunya kita harus realitis.

    Pada saat kita sudah bekerja, kita pun masih mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan yang lebih baik nantinya sesuai dengan pengalaman kerja dan kemampuan kita.

  3. aku kerja sdh 3 thn, dulu aku org yg berprestasi semangat dan energik, namun ketika pergantian kepala cabang semuanya jadi terbalik aku kerja 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan, aku yg sdh di promosikan di coret dan di ganti dgn org2 kesukaan dia banyak orang yg di keluarkan krn dianggap tidak nyampe target, atau mengundurkan diri krn tidak betah, sehiangga terjadi keluar masuk karyawan, sekarang aku sdh sp-3 katanya 2 bln lagi gak nyampe targewt aku di out, gmna yah mendingan mengundurkan diri apa nunggu di phk

  4. @andre,
    sebagian besar tantangan dalam pekerjaan adalah bagaimana kita bekerja sama dengan orang lain.
    apabila anda sudah bekerja 3 tahun dan mempunyai prestasi baik, seharusnya tidak ada masalah dengan pergantian kepala cabang.
    kecuali jika ada permasalahan dalam komunikasi anda berdua. apakah anda (N) terbuka dengan dia (N+1) ketika dibebani pekerjaan yang berlebih, sehingga anda harus bekerja 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan.
    apakah bos kepala cabang anda (N+2) mengetahui hal ini? Bos KC (N+2) seharusnya melihat bahwa anda orang yang berprestasi, dan harus dipertahankan sebagai asset perusahaan.
    jadi tahap berikutnya adalah coba untuk berkomunikasi dengan KC (N+1), apa permasalahan sebenarnya dan apakah target yang dia tetapkan memang “achievable”. apabila perlu libatkan Bos KC (N+2), sehingga KC tidak bisa semena-mena.
    apabila itu semua tidak membantu, siap-siap saja mencari pekerjaan lain. dan jadikan kejadian ini sebagai pelajaran di tempat kerja yang baru.
    semoga berhasil dan sukses selalu …

  5. pak aku dihadapkan diantara dua pilihan
    1. perusahaan ini waktunya flexibel, salary besar, status kontrak dan karir mentok.
    2. satu lagi perusahaannya disiplin dan gak kenal waktu, salary lebioh kecil, pressure lebih tinggi, tapi jenjang karir sangat terbuka gmana pak mana yang harus saya pilih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: