Oleh: sbaskoro | November 23, 2007

Tidur di kuburan

Tidur di kuburan? Ini pengalaman saya hampir 20 tahun yang lalu. Hal itu belum pernah terpikir dalam benak saya sedikitpun. Sampai suatu saat saya bertanya kepada beberapa sesepuh di keluarga besar.

Pertanyaan saya sederhana saja, apakah tujuan hidup ini kalau pada akhirnya kita akan mati dan tidak membawa apa-apa. Pada umumnya jawabannya adalah kita harus berbuat baik karena ini tabungan untuk akherat nanti.

Sampai suatu saat saya tanyakan hal ini kepada paman saya yang suka kejawen. Beliau tidak menjawab, tapi saya justru diajak ke Bantul yaitu ke rumah gurunya. Sampai di sana kami berbincang-bincang sebentar. Guru paman saya ini juga bertanya, apa sih yang kamu cari waktu mendaki gunung? Beliau tahu karena waktu itu saya masih getol-getolnya mendaki gunung.

Sejenak saya terdiam, kemudian saya jawab. Setiap kali kita mencapai puncak gunung selalu ada perasaan kepuasan tersendiri, sekaligus bisa menikmati kebesaran Tuhan. Dan kita selalu bilang, lain kali saya akan naiki gunung yang lain. Padahal kadang-kadang sewaktu naik gunung kita pernah mendongkol karena medan yang sulit, dan kapok nggak akan naik gunung lagi.

Kemudian kami di ajak jalan keluar. Saya lupa apakah waktu itu malam kliwon atau bukan. Dan  nggak berapa lama kemudian kami tiba di sebuah kuburan, dan masuk ke dalam sebuah cungkup (rumah kecil untuk melindungi kuburan). Cungkup itu agak besar, dan ada tiga kuburan di sana. Saya tidak ingat kuburan siapa saja dalam cungkup itu.

Kami bertiga bersila di salah satu pojok cungkup. Guru paman saya bilang, beruntunglah kamu bahwa kamu memiliki pertanyaan ini sewaktu masih muda dan masih hidup. Betul juga, karena ada anak muda yang sudah mati karena banyak hal. Beliau meneruskan, mereka semua yang ada dalam kuburan ini belum tentu semuanya memiliki pertanyaan seperti saya punya dan mungkin justeru tidak tahu sama sekali apa artinya hidup.

Yang paling saya ingat waktu itu adalah, beliau bilang bahwa manusia terdiri dari dua yaitu jasmani dan rohani. Dan aktifitas dalam hidup ini kita harus bisa memenuhi kebutuhan keduanya. Jangan sampai kita terjebak hanya memenuhi kebutuhan jasmani saja, karena pada saat mati kita tidak akan bisa membawa kekayaan jasmani kita. Dan yang kita bawa hanyalah kekayaan rohani saja. Nah bagaimana kita bisa memiliki kekayaan rohani? Aktifitas ibadah kita dan amalan-baiknya dalam kehidupan sehari-hari itulah yang akan memperkaya rohani kita.

Kemudian setlah kami bertiga tidur dalam cungkup itu. Kami tidur di antara batu nisan, dan saya tidur di sisi paling luar. Dari situ saya bisa melihat kuburan-kuburan yang lain. Malam itu sunyi sepi, dan kebetulan terang bulan. Saya paksakan mata ini untuk terpejam. Kemudian saya pusatkan pandangan saya ke pucuk pohon sukun dikejauhan. Tak lama kemudian saya tertidur.

Adzan subuh terdengar, kami bangun bersiap untuk pulang. Paman saya bertanya, terasa apa semalam. Saya bilang nggak terasa apa-apa, tapi beliau bilang nggak ada yang pegang-pegang kamu? Karena paman saya terasa ada tangan-tangan dingin yang memegang kakinya. Saya hanya tersenyum saja.


Responses

  1. kok mau ya tidur dikuburan kalo aku dikasih berapapun juga ga mau tidur dikuburan mah paling uangnya aja diambil hhehehe

  2. di beberapa daerah kuburan emang menjadi salah satu tempat favorit untuk tirakatan. tapi ada juga loh yang memanfaatkan kuburan untuk tempat belajar. yang gawat kalau ada yang memakainya untuk dugem😉

  3. @dianna
    Hitung-hitung sebagai pengalaman, jadi bisa saya tulis di blog ini …🙂

    @bumisegoro
    Ada beberapa kuburan digusur setelah itu didirikan mall dan tempat dugem …🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: