Oleh: sbaskoro | November 28, 2007

Pindah Ibu Kota

Jakarta sudah sarat dengan berbagai masalah, mulai dari kemacetan yang memboroskan BBM dan waktu serta membuat orang menjadi ‘gila’, banjir yang sudah menjadi langganan tiap musim hujan juga seringnya terjadi kebakaran yang menelan banyak kerugian.

Apakah Jakarta akan sanggup terus bertahan untuk menjadi ibu kota RI di masa mendatang? Dua negara yang pernah saya tinggali telah memindah ibu kotanya dengan alasan yang berbeda.

Nigeria memindahkan ibu kotanya dari Lagos ke Abuja. Lagos yang terdiri dari daratan (Ikeja dan sekitarnya) dan pulau (Victoria Island dan Marina) memiliki masalah yang tidak jauh berbeda dengan Jakarta. Abuja mulai dibangun sekitar tahun 1992, mulai dari tanah kosong. Abuja memang jauh lebih tertata daripada Lagos dan memiliki lingkungan yang lebih asri. Terakhir sebelum meninggalkan Nigeria, saya lihat pinggiran kota Abuja sudah mulai banyak pemukiman padat yang suatu saat akan menjadi beban Abuja.

Kazakhstan memindah ibu kotanya dari Almaty ke Astana pada tahun 1997.  Alasan pemindahan ada beberapa hal, mulai dari ingin lebih meratakan pembagunan ekonomi yang selama ini berpusat di Almaty yang berada di selatan Kazakhstan dan secara politik ingin menjauh dari pengaruh (ancaman) China. Astana semula adalah sebuah kota kecil, sekarang telah banyak pembangunan gedung-gedung bertingkat.

Lalu bagaimana dengan Jakarta? Jonggol dulu diisukan sebagai tempat alternatif ibu kota di masa depan. Banyak spekulan tanah telah menanamkan modal di sana. Dan menurut teman saya yang geologist, study kelayakan telah disulap agar Jonggol dinyatakan sebagai tempat yang layak sebagai ibu kota masa depan. Namun Soeharto keburu lengser keprabon.

Nah tempat mana yang akan dipilih sebagai ibu kota RI di masa depan? Akankah tetap di Pulau Jawa, atau perlu dipindah di luar Jawa agar lebih bisa meratakan kemakmuran? Apabla ingin memulai dari nol seperti layaknya Abuja, berapa besar biaya yang akan dibutuhkan?

Mungkin sebaiknya dari sebuah kota yang masih meungkinkan untuk di tata ulang dan berada di tengah-tengah wilayah RI. Kita lihat saja nanti di tempat mana yang kan dipilih, atau mungkintidak pindah sama sekali sampai menunggu Jakarta benar-benar lumpuh …..


Responses

  1. isu yang menarik. kalau menurut sampean kota mana ya yang cocok untuk dipilih? kali aja bisa jadi spekulan tanah juga.🙂

  2. Jawa sudah overload, yang jelas diperlukan tempat yang mudah diakses dan tidak di bawah bayang-bayang bencana alam serta untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan NKRI perlu dicari tempat di luar Jawa. Kalimantan atau Sulawesi mungkin tempat yang cocok. Kalau saya punya ilmu weruh sak durungi winarah, saya pun akan mborong tanah …🙂

  3. Nehi to Jawa! Jawa lagi Jawa lagi. Heran, Jawa tu pulaunya segede upil di antara 5 pulau besar lainnya di Indonesia, tapi kemaruk abiz, ngabisin SDA dari plau-pulau lain untuk pembangunan di sana. Mentang-mentang pusat pemerintah! Apa lagi untuk sebuah ‘Kampung Besar’ bernama Jakarta! Dijamin, 10-20 tahun ke depan Jakarta bakal amblas ke dalam laut karena beban dan properti negara di-tumplek-blek semua ke sana. Jakarta bakal jadi Antlantis! Pindah aja deh ibukota Indonesia, ke Kalimantan kek, atau ke Sulawesi biar pembangunan di Indonesia bisa merata. Kalo ada niat, gak ada yg gak mungkin. Kalo ada yg berpendapat, ibukota Indonesia gak mungkin dipindahkan atau bersikap pesimis, kaji ulang lagi deh. Jgn2 sisa-sisa Orde Baru tuch, Jawa-sentris euy!!

  4. @Rony,
    seperti saya tulis di atas, sebaiknya di luar Jawa. Jawa sudah overload, dan demi pemerataan pembangunan sudah selayaknya di luar Jawa.

  5. Sorry Sbaskoro, comment aku bukan ditujukan utk kamu kok, aku cuma jengah aja melihat kebijakan Pemerintah RI yang nggak bijak menumpuk semua properti negara di Jakarta. Jujur, aku kasihan sebenernya lihat Jakarta, ibarat “Si Tua Bungkuk” yg menanggung beban berat di punggungnya. Tapi malah arogan utk berbagi dengan kota-kota lainnya. Sekedar utk kita ketahui aja buat semuanya, sebenernya tanpa kita sadari, yg namanya Indonesia itu ternyata hanya sebuah kota bernama Jakarta. Indonesia hanyalah sebuah negara kota. Supaya tahu lebih banyak, baca deh buku “Kecerdasan Budaya”-nya Fadhlillah. Aku sepakat banget dalam artikelnya tentang pemindahan ibukota Indonesia.

  6. @Rony,
    Terima kasih atas masukannya. Itulah visi para pemimpin kita. Masih terlalu menonjolkan pribadi dan terlalu primordial. Sehingga tidak ada visi yang menyatu dan mencerminkan visi nasional yang mewakili Indonesia. Seperti kata anda, Indonesia itu khan bukan hanya Jakarta atau Jawa. Tapi dari Sabang sampai Merauke …

  7. Bayangkan ini:
    – Hampir 80% sirkulasi uang di Indonesia beredar di Kota Jakarta, sisanya bersirkulasi di seantero Nusantara.
    – Pulau Jawa yang luasnya tidak sampai 30% dari keseluruhan Nusantara, memiliki populasi hampir 70% dari seluruh populasi Indonesia. Aku pernah baca di sebuah situs kalau ternyata Pulau Jawa merupakan pulau terpadat di DUNIA!!
    Pemerintahan perlu memberikan high-priority untuk fakta ini. Salah satunya dengan pemindahan ibukota…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: