Oleh: sbaskoro | November 30, 2007

Api, api, api …

“Api, .. api, api, api … api kita sudah menyala …..”  itu salah satu nyanyian di Pramuka ketika acara api unggun di mulai. Saya masih ingat waktu menyusun kayu-kayu sedemikian rupa, supaya mudah terbakar dan api bisa membumbung tinggi. Dan masih berhubungan dengan api, Jakarta lagi-lagi didera oleh kebakaran di beberapa tempat. Hampir semuanya terjadi di daerah yang padat penduduknya. Dan yang menyedihkan ada satu keluarga menjadi korban karena terjebak api.

Bagaimana sebenarnya proses munculnya api? Secara kimia, proses munculnya api membutuhkan oksigen. Untuk memudahkan mengingatnya kita bisa menyebutnya sebagai segitiga api : oksigen (oxygen) – panas (heat) – bahan mudah terbakar (fuel). Kita akan membicarakan satu-satu elemen yang bisa menimbulkan api tersebut.

Oksigen(O2) adalah unsur kimia yang ada di udara, dan sangat dibutuhkan oleh manusia dan hewan. Proses pembakaran selalu membutuhkan oksigen. Kita bisa lakukan percobaan sederhana dengan lilin. Nyalakan lilin dalam mangkok berisi air kemudian tutuplah dengan gelas. Air berfungsi untuk memastikan tidak adanya oksigen yang masuk dalam gelas dari celah. Lama-lama nyala lilin akan meredup dan akhirnya mati. Ini dikarenakan oksigen yang ada dalam gelas semakin berkurang dan pada akhirnya tidak mencukupi untuk terjadi proses munculnya api.

Maka dari itu salah satu usaha untuk mematikan api yaitu dengan menghalangi adanya kontak antara api dengan udara. Di dapur kita bisa sediakan selimut api (fire blanket) atau karung goni, dan ada pemadam kebakaran yang menggunakan busa (foam). Kebiasaan menutup pintu setiap kamar juga bisa membantu untuk mengurangi pasokan oksigen apabila terjadi kebakaran di salah satu kamar.

Panas bisa ditimbulkan oleh proses kimia, reaksi nuklir, listrik/electromagnetic dan secara mekanik (sepeti gesekan). Contoh proses kimia adalah dalam tubuh kita, proses pembakaran dalam tumbuh menimbulkan rasa hanngat. Reaksi nuklir contohnya adalah matahari dengan adanya proses fusi dalam matahari. Listrik/electromagnetic contoh yang paling mudah adalah setrika, pemanas air, rice cooker atau microwave. Dan untuk gesekan contohnya adalah waktu kedinginan kita menggosokan kedua telapak tangan untuk mendapatkan rasa hangat. Jaman dulu orang membuat api dengan menggesek-gesekkan kayu atau batu. Ingat film “Cast Away” waktu Chuck Noland (Tom Hanks) coba membuat api dengan menggesek-gesekkan kayu?

Di kehidupan modern ini, banyak sekali kebakaran karena disebabkan oleh listrik. Hubungan pendek listrik dan pembebanan yang berlebihan bisa menimbulkan panas dan pada akhirnya memicu kebakaran. Jadi waspadalah dengan listrik di rumah anda.

Bahan mudah terbakar bisa banyak sekali, mulai dari bahan bakar minyak, lemak, kayu, kertas, kain, kasur di kamar dll. Tentu saja tingkat kemudahan untuk terbakar untuk masing-masing bahan berbeda. Kayu kering akan lebih mudah terbakar daripada kayu basah, kertas lebih mudah terbakar daripada kayu, bensin lebih mudah terbakar daripada solar dll.

Lalu dari informasi ini apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran? Untuk oksigen kita tidak berbuat banyak, kecuali apabilsa sudah terjadi kebakaran kita harus berusaha untuk mengurangi pasokan oksigen atau menghalangi sama sekali kalau bisa. Untuk tahapan yang lain sebagai berikut:

1. Jauhkan bahan yang mudah terbakar dari sumber panas atau api. Seperti jauhkan obat nyamuk bakar dari kasur atau korden, jangan merokok di atas kasur, jangan merokok di dekat pompa bensin dll. Simpan cairan mudah terbakar seperti cat, spiritus, thiner dll ditempat yang jauh dari sumber panas atau api, sebaiknya di dalam lemari.

2. Memastikan tidak adanya sumber panas yang tidak diharapkan. Seperti telah dibahas sebelumnya ini bisa dari instalasi listrik yang tidak benar, hubungan pendek listril dll. Matikan semua lampu yang tidak dibutuhkan pada malam hari, matikan semua peralatan listrik sebelum tidur (kecuali yang pakai baterai), matikan kompor sebelum meninggalkan dapur dll.

Kelihatannya sangat mudah, namun masih banyak kebakaran tejadi ….. 

Baca posting lainnya yang berkaitanan:

1. Pengalaman kebakaran

2. Masya Allah kebakaran lagi di Jakarta

3. Kebakaran lagi …

4. Lagi-lagi kebakaran

5. Pencegahan dan penanggulangan kebakaran, serta penyelamatan diri

6. Kebakaran di Polonia : Kebodohan dan Kelalaian


Responses

  1. Pernah melihat kebakaran di dekat kampung.. kasihan banget yang ketimpa musibah…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: