Oleh: sbaskoro | Desember 15, 2007

Pengalaman kebakaran

Selama ini saya mengalami tiga kali peristiwa yang berhubungan dengan kebakaran. Dan alhamdulillah semuanya tidak membawa korban dan kerugian material bagi saya, tapi salah satunya bagi perusahaan …ūüôā

1. Pengalaman pertama ketika saya masih kuliah. Sebagai anak mahasiswa saya nggak punya uang banyak, kecuali diberi orang tua atau kalau ada obyekan kerjaan reparasi. Untuk itu kalau saya bisa buat sendiri sesuatu,  maka akan saya kerjakan sendiri. Maka saya membuat sendiri amplifier dan power supply untuk melengkapi tape loakan yang saya beli. Mendengarkan musik untuk penghantar tidur merupakan kebiasaan saya.

Suatu malam saya mendengar pintu kamar digedor orang, maka saya terbangun. Dan terkejut bukan main, kamar sudah penuh dengan asap dan listrik mati. Ternyata listrik mati karena power supply yang saya buat¬†ada masalah dengan over load (kemungkinan IC Regulator-nya ada masalah)¬†¬†menyebabkan trafo-nya ‘terbakar’. Dan menghasilkan asap yang tebal membuat teman-teman kamar sebelah dan tuan ruman panik. Untungnya power supply tersebut tidak benar-benar terbakar.

Karena di rumah kost itu saya yang selalu melakukan pekerjaan listrik, maka setelah memastikan tidak ada peralatan di kamar saya yang terhubung dengan jaringan listrik sambil membuka pintu dan jendela lebar-lebar untuk menghalau asap, saya berjalan ke arah meteran listrik dan menghidupkan ‘circuit breaker’. Semua orang jadi tenang setelah listrik hidup dan tidak ada masalah serius (sebenarnya ini high potential untuk bencana), dan saya meneruskan tidur. Setelah itu saya ubah “SOP” hanya mendengarkan musik dengan walkman (lagi-lagi loakan) memakai baterai yang bisa diisi ulang.

2. Pengalaman kedua benar-benar berhubungan terjadi kebakaran. Tahun 1992 saya mengikuti training yang diberikan Schlumberger di Parma, Italia. Pada minggu-minggu terakhir adalah masa-masa yang cukup berat. Hari itu kami memiliki satu hari off untuk persiapan test esok harinya. Pagi hari saya sudah bangun dan duduk di balkon sambil membaca materi training. Kemudian teman Perancis saya Michelle menyusul, tapi kemudian dia masuk lagi ke dapur untuk mempersiapkan breakfast.

Sesaat kemudian dia kembali keluar bergabung dengan saya belajar. Namun sesaat kemudian terdengar suara gemeretak dari dapur, dan Michelle langsung lari ke dapur. Terdengar dia berteriak-teriak “Sh*t! sh*t! fire…fire…fire..” Kemudian saya lansung lari ke dapur mengambil fire blanket, dan teman yang lain mengambil pemadam kebakaran bubuk kering. Saya segera tutup panci yang berisi minyak dan kentang yang terbakar dengan fire blanket. Namun kabinet sudah mulai terbakar, tapi bisa segera dipadamkan dengan pemadam kebakaran bubuk kering. Dalam waktu beberapa menit kebakaran bisa di atasi, tapi dapur menjadi porak poranda. Warna putih dari bubuk pemadam kebakaran dan warna hitam bekas kebakaran mendekorasi dapur waktu itu.

Setelah itu kami mengambil foto bersama didepan dapur yang terbakar tersebut, dasar trainee gila …ūüôā . Dan keesokan harinya kami semua disidang oleh Training Manager¬†dan disuruh untuk mengisi accident report dan sekaligus analisa kejadian. Sebenarnya seminggu sebelumnya kami mendapat latihan fire fighting di Pavia (kota tua dekat Milan), jadi langsung bisa praktek di kejadian sebenarnya …dasar.

3. Kejadian terakhir adalah ketika isteri saya sedang memasak dan kemudian ditinggal sebentar ke kamar mandi. Dia memakai pan yang baru saja dipakai untuk menggoreng telor. Saya lupa apa yang akan dia masak, tapi tiba-tiba muncul api di atas pan. Padahal di dalam pan hanya air dan dimasak dengan electrical stove (kompor listrik). Waktu itu kami belum siap dengan fire blanket, tapi untung ada handuk tebal dekat dapur yang segera saya basahi untuk menutup pan. Kemudian saya matikan kompor listrik tersebut.

Di Almaty untuk apartemen lebih dari 3 tingkat tidak boleh memakai gas cooker. Jadi sebenarnya waktu terjadi kebakaran tidak ada sumber api di sana. Tapi api muncul karena over heating dan ada bekas minyak goreng disekitar pan yang ketika terlalu panas memicu munculnya api.  Saya ingatkan isteri jangan sekali-kali meninggalkan dapur sebelum memastikan kompor mati.

Semua itu memberikan pengalaman yang berarti bagi saya dan untuk keselamatan keluarga serta warga sekitar.

Baca posting lainnya yang berkaitanan:

1. Api, api, api …

2. Masya Allah kebakaran lagi di Jakarta

3. Kebakaran lagi …

4. Lagi-lagi kebakaran

5. Pencegahan dan penanggulangan kebakaran, serta penyelamatan diri

6. Kebakaran di Polonia : Kebodohan dan Kelalaian


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: