Oleh: sbaskoro | Desember 17, 2007

Visit Indonesia Year (VIY) 2008?

Saya sengaja menaruh tanda tanya di belakang Visit Indonesia Year (VIY) 2008 untuk mempertanyakan keseriusan kita dalam mendukung program ini. Beberapa minggu ini saya lihat tayangan singkat iklan VIY 2008 di BBC. Wah bolelah ini! Kemudian saya mencoba cari tahu apa yang istimewa dari VIY 2008, dan kecewalah saya ..😦

Saya coba search beberapa website tentang pariwisata di Indonesia, tidak ada yang istimewa dalam program yang ditawarkan. Logo VIY 2008 dipasang di website Garuda Indonesia http://www.garuda-indonesia.com/ , dan ada statement bahwa Garuda Indonesia mendukung VIY 2008. So? Tapi penawaran paket istimewa dari Garuda Indonesia yang berhubungan dengan itu tidak dijelaskan dengan baik, hanya tercantum dalam statemen seperti : Garuda Orient Holiday (GOH). By the way, GOH terfokus ke Bali.

Kemudian saya coba tengok website Dep. Budaya dan Pariwisata  http://www.budpar.go.id/indexprofil.php , di sini tidak ada logo VIY 2008 tapi ada link untuk mengunjungi website lain. Lho, siapa sih yang punya gawe VIY 2008 ini? Saya berharap website departemen ini menawarkan sesuatu yang istimewa ttg VIY 2008. Kalender paket istimewa acara tiap bulan selama VIY 2008. Maka saya check link yang di maksud, dan saya mendapatkan halaman web yang sangat kering. Di situ ada link untuk melihat teaser VIY 2008 di Youtube  dan dua link lain untuk informasi ttg VIY 2008. Satu dari dua link informasi itu nggak kerja http://www.my-indonesia/  (harusnya tertulis www.my-indonesia.info , link nya nggak lengkap). Dan link informasi yang kerja http://www.indonesia.travel/ terdapat logo VIY 2008, saya coba klik ternyata tidak ke link ke website khusus VIY 2008 . Tapi ada tab EVENTS yang berhubungan dengan kalender acara setahun dan acara di setiap daerah. Lumayan lah …. Tapi apakah harga pembuatan website ini perlu mencapai Rp 17.5M?

Saya belum puas sampai di sini. VIY 2008 seharusnya bukan hanya milik departemen terkait, tetapi harus didukung oleh semua KBRI yang ada di luar negeri. Maka saya coba beberapa website KBRI kita seperti di bawah ini:

1. KBRI di Washington, USA. Di sini tidak ada VIY 2008, tapi yang ada “Pulang Basamo 2008, Visit West Sumatra June 2008”. Lho …

2. KBRI di The Hague, The Netherlands. Barusan saya cek tgl 29/1/2008, sudah tercantum VIY 2008 di sana.

3. KBRI di London, UK. Nggak dicantolkan juga …

4. KBRI di Abu Dhabi, UAE. Nihil …

Akhirnya saya hopeless, di negara kita memang kebanyakan program tidak didukung oleh segenap intansi yang ada. Jadi kesannya jadi amburadul dan seakan-akan ogah-ogahan. Seharusnya website KBRI dibuat untuk memberikan informasi yang jelas ttg Indonesia, termasuk VIY 2008.

Target wisatawan mancanegara yang datang dengan adanya VIY 2008 adalah 7 juta orang, sedangkan tahun 2007 diperkirakan 5,4 juta wisatawan mancanegara datang ke Indonesia. Bandingkan dengan Visit Malaysia 2007 yang menargetkan 20.1 juta wisatawan mancanegara.

Kelihatan kalau kita membuat target yang gampang dicapai, tidak perlu usaha yang lebih …. pokoknya program sudah dikerjakan. Kalau websitenya menelan biaya Rp 17.5 milyar, target wisatawan mancanegara yang datang harusnya minimum 10 juta … gitu lho!


Responses

  1. Ya, kita-kita berpartisipasilah semampu apa yang bisa disumbangkan.

  2. Ya, targetnya kurang tinggi, tapi kalau dilihat dari dana Malaysia yang US$80million, ya pantas saja dapat 15 juta turis..

  3. @Visit Indonesia 2008,
    Kita yang di LN ikut promosi Indonesia, jangan khawatir soal itu. Tapi yang penting bagaimana infra struktur yang ada di Indonesia untuk menunjang program ini? Agar turis asing tidak merasa kapok berkunjung ke Indonesia.

    @Nelson,
    Saya tidak tahu kalau Malaysia invest begitu besar, lalu Indonesia invest berapa? Besarnya investasi, target yang ingin dicapai, peningkatan infra struktur yang ada, support dari semua intansi yang terkait; itu semua menunjukkan keseriusan kita untuk mensukseskan program VIY 2008. Sudahkan itu semuanya terceminkan dalam VIY 2008?

  4. nahhh itu dia pertanyaan saya…
    sebagai generasi muda(23 tahun,red)saya juga gregetan dengan rencana ini kayaknya gimanaaaaa gt.. kebetulan saya bekerja di New Delhi dan tau kann kalo india turis yang dateng gila2an padahal infrastructurenya parah.. tapiii info mereka lengkap di website dari hotel, flight,travel agency dll

    kayaknya pemerintah harus minta pihak swasta buat dukung itu dehh kayak masukin info VIY 2008 ke beberapa website dari travel agency baik besar mo pun kecil….

  5. @Ceuceu
    Salam kenal dan terima kasih atas informasinya.
    Saya dulu pernah ke Goa lewat Mumbai, infrastruktur di sana sudah kelihatan tua. Kemudian pernah transit di New Delhi, dan kapok lewat sini. Mereka nggak punya tempat untuk transfer desk, sehingga kami terlantar lebih dari 3 jam di pojok ruangan kedatangan dekat WC dan nggak ada resturant. Semuanya masih manual, padahal saya pikir negara yang maju IT-nya akan memiliki sistem yang canggih.

  6. emang sayang bgt, program ini pernah digulirkan pemerintah kl gak salah thn 1991 dulu. dlm rentang waktu sepanjang itu untuk blajar, kok masalah teknis spt itu masih muncul, bahkan sampe orang awam aja bisa lihat.
    ayo dong,lebih serius lagi dong…!!
    saya pasti dukung…

  7. iya pak di India emang gt, thats increadible india^^

    hmmm kayaknya emang pemerintah cuma segitu bisanya
    kita juga ga bisa nuntut lebih kalo kita ga kasih option buat mereka. seperti ngajuin ide ke mereka yang bersifat teknis. Misalnya Individu/perusahaan A menyatakan bersedia support dengan menyediakan atribut promosi brosur dll
    perusahaan/individu B menyediakan pernak-pernik kayak gantungan kunci,t shirt tp jelas gimana pembagian labannya.
    kayaknya bapak juga bisa gt secara finansialnya kan Ok, gimana pak???

  8. @angling,
    terima kasih sudah ikut kasi komentar. Indonesia memiliki alam yang jauh lebih mempesona dari Malaysia dan kekakayan budayanya sangat bernilai tinggi dan dan beragam, jadi seharusnya kita bisa jauh lebih baik dari Malysia.

    @ceuceu,
    ya saya ingat ttg Incredible India, kopor-kopor dan baby stroller kami di segel pakai kawat (waktu long transit)seperti masih jaman kuda gigit batu (mending kalau gigit besi ..:-)). It is really incredible …
    Untuk usulan membuat pernak-pernik bukan keahlian saya, tapi saya coba bantu dengan cara lain. Teman-teman orang Kazakhstan sudah saya pengaruhi untuk mengunjungi Indonesia, biasanya mereka tertarik dengan Bali.

  9. Ngomongin incredible India..bikin perut saya mules…
    Kenyataannya ngga ada incredible-incrediblenya sama sekali…pinter ngomong aja mereka. baru punya segitu aja ngomongnya udah sampe planet pluto. ngga sesuai kenyataan.

    salah kita juga sih…orang kita tuh terlalu rendah diri.

    kita punya resources hebat..dari manusianya hingga alam dan hasil bumi..
    asal manajemennya dibenahi….satu saat akan jadi ‘real incredebile and fantastic indonesia’…

    Anto-dubai


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: