Oleh: sbaskoro | Maret 29, 2008

Tashkent – Samarqand – Bukhara (1)

Liburan musim semi ini kami isi dengan mengikuti tour Tashkent-Samarqand-Bukhara. Waktu saya menerima daftar perjalanan, di sana tidak ada kunjungan ke mausoleum Imam Al Bukhari. Saya minta ke agen tour untuk menambahkannya. Sayang kalau sudah sampai sana tidak mengunjungi makam orang yang sangat berjasa bagi agama Islam.

Terbang dari Almaty ke Tashkent mempergunakan pesawat Uzbekistan Airlines TU-134. Anak-anak pada mengeluh karena pesawatnya kelihatan tua dan tidak terawat. Ketika sampai di Tashkent, urusan imigrasi sangat lambat. Kemudian kami harus mengisi custom declaration yang agak detail. Tata cara ini sudah ditinggalkan oleh Kazakhstan (terutama Almaty) dan Azerbaijan. Tapi Turkmenistan masih sama dengan Uzbekistan.

Akhirnya kami sampai di hotel Dedeman, milik Turki. Siang harinya kami jalan-jalan sekitar hotel, terutama ke taman Amir Temur. Dulu kita pernah belajar dalam sejarah yaitu Timur Lang, setelah jamannya Jengish Khan. Di sana juga banyak orang yang sedang main catur. Musim semi sudah tiba di Tashkent, banyak tanaman yang hijau dan bunga berwarna-warni.

img_0998.jpg  img_0999.jpg  img_0996.jpg  img_1006.jpg

Esoknya kami pergi ke pusat agama Islam di Tashkent. Di sana ada mesjid jami Imam Hasrati dan institut agama Islam Imam Bukhari. Hari itu bersamaan dengan perayaan hari besar Novruz, yang sebenarnya berasal dari kepercayaan Zoroaster. Novruz atau Nauriz merupakan perayaan  datangnya musim semi dan beterpatan dengan equinox. Equinox adalah pada saat matahari berada tepat di atas equator.

img_1008.jpg  img_1014.jpg  img_1016.jpg  img_1025.jpg  img_1022.jpg

Setelah itu kami ke pasar tradisional di Tashkent, namanya Chorsu bazar. Hari itu 20 derajat Celcius, anak-anak ingin ice cream. Karena hari itu adalah hari Jum’at, saya sempatkan juga untuk sholat Jum’at di mesjid dekat bazar. Cara sholat mereka sama dengan yang di Kazakhstan. Namun yang jelas bukan menurut mazhab Syafei, kelihatannya mirip dengan mazhab Hanafi.

img_1030.jpg

Dari Chorsu bazar kami berangkat ke Samarqand, namun sebelum itu kami makan siang di sebuah restorant tradisional. Kami makan masakan tradisional Uzbek, yaitu nasi pilaf (ada daging kambing muda dan raisin di dalamnya, nasinya agak berlemak. Di restotant itu di tambah daging kuda) dan tanduri kebab. Kami juga minta sambal, yang kebetulan mereka punya sambal yang enak.

Di tengah perjalanan kami berhenti di daerah yang diapit dua buah bukit. Menurut tour guide kami, di sinilah dulu Amir Temur memungut cukai dari setiap pedagang yang lewat.

img_1034.jpg  img_1036.jpg

Tulisan beikutnya tentang Samarqand disambung nanti ya …..


Responses

  1. Salam kenal dari saya untuk pak Baskoro,
    Saya bambang muhadi dengan bidang kerja yang mirip dengan bapak, sementara ini di Total indonesie jakarta. Saat ini saya sedang mengumpulkan informasi ttg Bukhara karena sangat tertarik untuk kesana. via google search, saya sampai ke web bapak yang sangat menarik dengan pengalaman2 international yang di posting. kunjungan bapak ke bukhara nampaknya berawal dari kazakstan dimana saat ini bapak bekerja (?). mohon info & saran lebih lanjut ttg site tsb dan info tour agent nya pak, atau kalo mungkin dari tour agent Jakarta ?
    Terima kasih dan bravo untuk sharing posting2 di web ini. Salam

  2. Salam kenal juga pak Bambang Muhadi,
    jawaban saya untuk pertanyaan Bapak akan saya tulis aja di posting berikutnya untuk jilid 2. Jadi bisa lebih panjang lebar dan di share dengan yang lain.
    Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya. Salam sukses …

  3. Saya tadi kirim salam kenal tapi apakah ini mas Baskoro yang pernah di Total Balikpapan ?

  4. Saya dulu pernah bertugas di Balikpapan (1996-1997) sebagai field engineer Schlumberger, dan main client saya adalah Unocal. Saya pernah membantu teman saya yang logging untuk Total.

  5. Pendidikan adalah alternatif terbaik, untuk meningkatkan kesejahteraan. Jumlah penduduk Indonesia yang cukup besar jika pendidikannya dikelola secara profesional akan menghasilkan SDM yang berkualitas dan produktif sebagai aset
    Vocational salah satu alternatif, dan pendidikan berbasis Talenta adalah ide jitu untuk menghasilkan insan produktif, mandiri, berakhlaq mulia dan pandai memanfaatkan peluang serta memenangkan dalam persaingan hidup….

  6. Bulan Mei 2008, kawan-kawan Guru SMA INS Talenta Indonesia, di Kayu Tanam Sumatra Barat sedang menyelesaikan Kurikulum Sekolah berbasis Talenta, Menyusun Silabus dan RPP yang akan disajikan dalam KBM 2008/2009, untuk Pilot Project Kurikulum Berbasis Talenta yang digali dari konsep Engkue Syafii dengan moto ” Janganlah minta mangga kepada pohon rambutan, tetapi jadikanlah setiap ranting menghasilkan buah yang manis” konon konsep ini di adap dan di adop oleh Malaysia sehingga tidak heran jika kini negeri jiran itu memiliki SDM yang handal, padahal tahun 1968 mereka import Guru dari Indonesia. Teman-teman selamat berkarya Allah akan memudahkan jalan senantiasa SMA INS Talenta Indonesia senantiasa menjadi benchmark pendidikan di Republik Indonesia tercinta ini…

  7. Kami sebagai siswa – siswi di program unggulan
    * Mekatronika *
    di SMKN 56 Jakarta Utara ‘ ‘ ‘
    Siap bekerja di otomasi industri di Bid. Hidrolik dan Pneumatik, dLL …
    Kami dibekali ilmu bagaimana membuat sistem kontrol pneumatik, membuat program PLC dan sebagainya ….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: